28 Feb

Cara Menggunakan Alat Pemanen Sawit Egrek

Cara Menggunakan Alat Pemanen Sawit Egrek

Alat Pemanen Sawit EgrekBisnis sawit berkembang semakin pesat sehingga kebutuhan akan alat panen semakin tinggi dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, banyak pabrik yang menjual alat-alat kebutuhan untuk keberlangsungan industri kelapa sawit tersebut.  Agar hasil olahan maksimal, selain penggunaan mesin pengolah yang bagus seperti mesin pengolahan kakao. Maka proses panen pun tidak boleh sembarangan. Apalagi untuk sawit yang tinggi, diperlukan alat pemanen yang di namanakan Egrek.

Alat Pemanen Sawit Egrek

Fungsi Egrek

Egrek digunakan untuk memanen sawit yang memiliki ketinggian di atas tiga meter. Sedangkan untuk tanaman sawit yang memiliki ketinggian di bawa tiga meter biasanya menggunakan alat yang bernama dodos. Selain berfungsi untuk memanen sawit, egrek juga digunakan oleh para petani sawit untuk memotong pelepah-pelepah daun sawit yang telah tua. Bahan pembuatan egrek menggunakan baja karbon yang berkualitas tinggi sehingga tidak mudah tumpul dan sangat tajam.

Macam-Macam Egrek

Pada umumnya alat pemanen sawit egrek dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Junior, untuk tanaman dengan ketinggian antara 4 meter sampai 8 meter.
  • Standard, untuk tanaman sawit dengan ketinggian 8 meter sampai empat belas meter.
  • Long, untuk memanen sawit dengan ketinggian tanaman di atas 14 meter.

Sedangkan, jika dilihat dari gradenya, pisau egrek dibagi menjadi putih, hitam, dan premium grade.

Baca juga Jual Pisau Dodos Berkualitas Dan Pastinya Bergaransi

Cara Perawatan Alat Pemanen Sawit Egrek

Perawatan alat ini meliputi kebersihan, pengasahan, dan penyimpanan pada sarungnya. Pengasahannya dapat dilakukan dengan menggunakan batu asah kasar grade 80. Selain itu, bisa juga menggunakan batu asah halus. Cara mengasahnya pun tidak boleh sembarangan harus menggunakan keterampilan khusus. Sedangkan sebelum penyimpanan, egrek harus terlebih dahulu dicuci sampai bersih lalu diminyaki dengan menggunakan buah sawit. Setelah itu, Anda dapat memasukkan egrek tersebut ke dalam sarung.

Hal yang biasanya diabaikan oleh petani adalah pengasahannya. Padahal egrek yang tidak diasah dapat berpengaruh terhadap kinerja pemanenan karena kurang tajam. Selain itu, alat pemanen sawit egrek tersebut juga menjadi kurang awet.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Penggunaan Egrek

Pemanenan sawit menggunakan egrek tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam rangka melindungi keselamatan Anda dalam bekerja. Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah penyambungan egrek dengan galahnya harus sesuai prosedur. Selain itu, saat pemanenan Anda juga harus memastikan bahwa potongan pelepah dan tandan buah tidak akan jatuh menimpa Anda. Nah, hal yang paling penting adalah Anda harus memperhatikan pemakaian alat keselamatan kerja yang meliputi jaket kerja, safety shoes, helm, dan kacamata kerja. Tampaknya hal-hal tersebut sepele namun keselamatan Anda bergantung pada hal-hal tersebut.

Cara Memanen Kelapa Sawit Dengan Egrek

Pada umumnya pemanenan sawit berdasarkan ketinggiannya ada dua cara. Jika kelapa sawit memiliki ketinggian kurang dari tiga meter, cara pemanenannya dapat menggunakan dodos. Namun, jika tanaman melebihi 3 meter, biasanya pemanenan dilakukan dengan menggunakan egrek.

Berikut langkah-langkah pemanenan kelapa sawit menggunakan egrek.

  1. Pilih Tandan Sawit

Pilihlah tandan sawit yang telah matang dengan kriteria 12,5 – 25 persen buah memberondol, 25-75 persen buah kurang matang, dan sisanya buah matang.

  1. Potong Pelepah Daun

Jika sudah memastikan tandan buah yang matang, langkah berikutnya yaitu memotong pelepah daun. Pelepah daun yang dimaksudkan di sini adalah pelepah daun yang menyangga buah dan tandannya dengan menggunakan egrek tepat di bagian pangkalnya.

  1. Beri Keterangan

Untuk memudahkan pemantauan, Anda dapat memberikan keterangan pada bekas potongan tandan tadi berupa tanggal panen.

  1. Kumpulkan Pelepah Daun

Jika pelepah daun sudah dipotong, Anda dapat mengumpulkan serta menelengkupkannya di gawangan agar tidak berserakan. Hal ini penting karena pelepah daun yang berserakan dapat memicu berkembangnya penyakit dan juga hama yang dapat menyerang kelapa sawit Anda.

  1. Pengangkutan

Nah, jika sudah selesai memanen buah yang matang, Anda dapat mengangkutnya menggunakan gerobak ke tempat pengumpulan. Selanjutnya, Anda dapat membawanya ke pabrik menggunakan mobil bak terbuka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *